Category Archives: Liga Champions

Kabar Gembira! PSG Kerjasama Dengan Esport Indonesia, Begini Asal Mulanya

Berdasarkan Sebastian Wasel, seorang Managing Director PSG Asia Pasific mengatakan bahwa Indonesia adalah pasar paling cocok untuk PSG saat ini. Karena saat ini, PSG memiliki penggemar yang begitu banyak di Indonesia. Bahkan, jumlah penggemarnya bisa lebih banyak dari Brazil dan Prancis. Tak heran jika kemudian saat ini situs PSG resmi itupun ada bahasa Indonesianya juga.

Mereka sangat senang dapat memberikan hiburan untuk supporter yang ada di Indonesia. Bahkan, dalam sebuah konferensi pers yang sempat digelar sebelumnya di Bimasena, Jakarta, kabarnya PSG turut menandatangkan tim eSPort andalan dari Indonesia. Yaitu, RRQ. RRQ adalah salah satu tim paling kuat yang ada di dalam game Mobile Legends.

Saat ini, RRQ tengah bekerja sama dengan PSG. Bisa dibilang bahwa DNA RRQ dan juga PSG saling terkait. Tak heran bila kemudian keduanya saling bekerja sama. Meskipun di tahun sebelumnya, PSG juga telah bekerja sama dengan organisasi terbesar di Tiongkok, di LGD. Mereka adalah tim utama DOTA 2 yang kemudian berubah nama menjadi PSG LGD.

Kini, PSG kembali lagi membuat kejutan pada para fansnya. Karena kali ini mereka juga bekerja sama lagi dengan salah satu organisasi dari esports paling besar dari Indonesia. Mereka adalah Rx Regum Qeon atau disingkat dari RRQ. Mereka Berlokasi di The Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan. PSG kemudian mengumumkan kerjasama dengan keduanya itu disana.

Alasan PSG Bekerjasama dengan RRQ

Kerja sama antara PSG dengan RRQ ini sifatnya terbatas pada tim Mobile Legends saja dari RRQ. Meskipun sebenarnya organisasi ini juga memiliki 9 divisi game lebih. Namun, setelah dilakukan konferensi pers, mereka sempat berbicara tentang kerja sama ini bersama CEO RRQ, yaitu AP atau Andria Pauline.

Berdasarkan apa yang disampaikan oleh AP, kerja sama ini bisa terjadi karena keduanya memiliki persamaan DNA yang sama. Yaitu, sama-sama menginginkan prestasi yang gemilang. Untuk perluasan kerja sama pada game yang lain, AP menuturkan bahwa PSG sendiri ternyata masih menghindari beberapa game yang berbentuk shooter. Misalnya saja, seperti PUBG Mobile.

Padahal, jika dilihat lebih lanjut, tim PUBGM milik RRQ, Athena ini memiliki prestasi yang justru lebih baik daripada lainnya. Karena mereka telah berhasil menjadi juara dunia saat berada di Dubai dalam acara PUBG Mobile Star Challenge. Namun meskipun begitu, prestasi MLBB RRQ ini terbilang tidak buruk juga.

Karena tim ini termasuk tim MLBB yang terbaik di Indonesia karena kemenangannya dalam Grand Final MPL ID S2. Namun meskipun begitu, tetap saja untuk skala esports MLBB ini masih kalah dari PUBGM dan juga RRQ yang gagal juara dalam ajang kompetisi MLBB di tingkat Asia Tenggara yang terakhir, yaitu di tahun 2018 yang lalu.

Lebih jauh lagi, AP juga memberikan sedikit cerita tentang asal mula terbentuknya kerja sama ini. Karena sebenarnya justru PSG yang terlebih dahulu mendekati pihak RRQ lewat email di bulan Oktober 2018. Setelah melewati proses yang sangat panjang, bahkan hingga beberapa bulan kemudian, barulah keduanya mengumumkan kerja sama ini dalam bentuk parnership. Jadi, bukan sponsorship.

Tantangan PSG untuk Tim eSport Indonesia

Jika dilihat lebih jauh, kerja sama keduanya memang terlihat sangat menarik sekali. Karena hal ini mampu mengankat nama esports di Indonesia menjadi lebih baik, khususnya mengangkat RRQ di mata seluruh penjuru dunia. Namun meskipun begitu, hal ini justru bisa menjadi tantangan tersendiri bagi mereka saat ini.

Karena kali ini mereka membawa nama besar PSG, sehingga beban moril yang ditanggung para pemain MLBB semakin besar. Mereka adalah Lemon, Tuturu, Ayam JGO, dan juga kawan-kawannya. Kabarnya, dari sinilah mereka nanti akan tampil menggunakan nama PSG RRQ selama kejuaraan berlangsung. Sehingga, hal ini membuat perkembangan eSport di Indonesia semakin menarik sekali.

Tak heran jika kemudian klub sepak bola yang berasal dari Paris ini mengajaknya untuk bekerja sama selama 2 tahun. Kolaborasi diantara keduanya inilah membuat tim ini kemudian siap turun menggunakan nama PSQ RRQ dalam beberapa kejuaraan yang digelar oleh Mobile Legend. Skuat dari PSG RRQ ini merupakan skuat asli RRQ.

Dari sinilah, tim RRQ mengatakan bahwa kerja sama yang dilakuaknnya dengan PSG ini pastinya akan memberikan banyak keuntungan untuk mereka. Karena pada akhirnya mereka memiliki kesemaptan besar agar dapat mengembangkan sayapnya hingga ke Eropa. Karena kabarnya jika nanti hasilnya bagus, maka kerja sama yang mulanya hanya 2 tahun akan diperpanjang lagi.

Jadi, untuk tim RRQ, ini adalah salah satu moment saat mereka bisa membuka pintu baru bagi mereka untuk mengepakkan sayapnya. Karena kabarnya, pihak PSG juga akan mengumpulkan beberapa tim eSport yang ada di Paris nantinya. Sehingga, hal ini bisa menguntungkan bagi tim RRQ yang berasal dari Indonesia.

Kemenangan 3-0 yang Tak Berarti, Inilah Fenomena Baru Liga Champions

Pertama kali dalam sejarah, empat tim finalis pada Liga Champions maupun Liga Europa berasal dari satu negara. Final dua liga sepak bola tersebut, akan diwakilkan oleh Inggris. Hal ini baru saja dipastikan dari Liga Europa melalui keberhasilan duo London, Chelsea, serta Arsenal, melaju ke babak final. Hasil Liga Europa untuk leg keduasemifinal pada Kamis, 9 Mei 2019 atau Jumat dini hari WIB, tim Arsenal berhasil memenangkan pertandingan dari wakil Spanyol, Valencia.

Sedangkan, pada tim sepak bola Chelsea dapat memenangkan pertandingan dengan wakil Jerman, yaitu Eintracht Frankfurt, melalui drama adu penalti. Selanjutnya, Final Liga Europa musim 2018-2019 pun akan dijadwalkan pada 29 Mei 2019 yang berlangsung di Baku, Azerbaijan.

Nah, sehari sebelumnya, All English Final pun akan dipastikan terjadi di Liga Champions menyusul keberhasilan dari Tottenham Hotspur dalam mengalahkan wakil Belanda, Ajax Amsterdam. Di final nanti, tim sepak bola Tottenham akan menantang Liverpool yang sebelumnya telah menyingkirkan Barcelona pada babak semifinal.

Selain itu. Terdapat mejutan lain dan pertarungan yang dramatis mewarnai Liga Champions pada musim 2018-2019. Liga Champions merupaman kompetisi yang paling bergengsi di Eropa dan mampu menghadirkan beberapa catatan yang spektakuler. Pada beberapa musim terakhir di Liga Champions menunjukkan bahwa, keunggulan tiga gol tidak lagi memiliki banyak arti. Hal ini berdasar fenomena tim sepak bola Tottenham Hotspur dan Liverpool.

Fenomena Baru Liga Champions

Liga Champions kali ini menghadirkan fenemena baru. Pada Kamis, 9 Mei 2019 dini hari WIB, Tottenham memiliki kedudukan 0-3 ketika Matthijs de Ligt dan Hakim Ziyech menjebol gawang Hugo Lloris di Johan Cruyff Arena, setelah sebelumnya tim ini tumbang 0-1 pada pertandingan pertama. Selanjutnya. hattrick Lucas Moura pun membantu Tottenham untuk berjaya dan unggul pada babak tersebut.

Pada sehari sebelumnya, Liverpool telah menghancurkan Barcelona 4-0 untuk membalikkan keadaan usai sebelumnya Liverpool menyerah 0-3 pada pertemuan pembuka. Berbekal pertandingab tersebut, kini Tottenham dan Liverpool memperebutkan trofi Liga Champions di Wanda Metropolitano pada 1 Juni yang akan datang.

Kemampuan tim Liverpool dalam membalikkan defisit tiga gol maupun lebih di Liga Champions sudah nampak dalam beberapa kampanye terakhir. Pada semifinal 2017/2018, AS Roma tumbang 1-4 dari tim Barcelona pada leg pertama. Kemudian, AS Roma berjaya 3-0 untuk mencapai semifinal di tahun 2017/2018. Sedangkan semifinsl 2016/2017, giliran Barcelona yang berada pada posisi buruk karena dibungkam oleh Paris Saint-Germain 0-4 pada babak pertama. Namun, Lionel Messi dan kawan-kawan mampu melaju usai menang 6-1pada partai kedua.

Liga Champions musim ini pun telah memecahkan rekor dalam comeback. Tercatat ada enam tim yang tumbang pada laga pertama, namun mampu membalikkan kedudukan pada pertandingan kedua, untuk memesan tempat pada putaran selanjutnya. Selain itu, tim sepak bola Liverpool dan Tottenham pum bertanding pada semifinal, Ajax melawan Real Madrid, Juventus melawan Atletico Madrid, Manchester United melasan aris-Saint Germain, serta FC Porto vs AS Roma yang melawan dan melakukannya di 16 besar.

Penantian Tottenham Hotspur untuk Cicipi Final Liga Champions

Tottenham Hotspur yang berada di bawah besutan manajer Mauricio Pochettino telah berhasil mengukir sejarah setelah mengalahkan Ajax Amsterdam 3-2 pada leg kedua semifinal Liga Champions. Kedua klub tersebut mencatat 3-3, namun Spurs berhasil lolos ke final karena unggul dalam gol adu pinalti. Hingga akhirnya, masuk ke final Liga Champions yang merupakan pencapaian besar dan sejarah baru bagi Spurs.

Klub ini berdiri sejak 5 September 1882, pernah menduduki final di kompetisi Eropa, sayangnya hanya berada di kasta kedua, yaitu Liga Europa (dulu liga ini bernama Piala UEFA). Bahkan Spurs pun berhasil mencicipi laga tertinggi kompetisi Eropa kasta kedua ini sebanyak tiga kali yaitu pada tahun 1972, 1974, dan 1984. Spurs pun berhasil dua kali juara pada tahun 1972 dan 1984.

Sebelumnya, Tottenham Bola88 juga pernah memenangkan Piala FA pada tahun 1990 untuk pertama kalinya dan menjadi satu-satunya klub non-liga yang memenangkannya sejak 1888. Sayangnya. pada Liga Champions, pencapaian ini merupakan torehan terbesar klub sejak berdiri 136 tahun lalu. Pada final Logs Champion nanti, Tottenham Hotspur akan bertemu dengan Liverpool pada Minggu, 2 Kuni 2019 dini hari WIB. Partai final ini akan digelar di Wanda Metropolitano Stadium, markas Atletico Madrid.

Tim sepak bola Inggris telah mencatat sejarah dalam sepak bola Eropa. Banyak sekali faktor yang telah memainkan peran hingga akhirnya tim sepak bola Inggris mampu mencatat sejarah ini. Di mulai dari kedisiplinan tim dalam menjaga gawangnya hingga rendahnya motivasi dari lawan yang telah tertinggal.